Universitas Semarang (USM) menggelar Renungan Nasional dalam rangka menyambut HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Menara USM lantai 10, Jumat (8/8/2025). Acara ini juga merupakan rangkaian Dies Natalis ke-38 USM. Tema yang diangkat adalah “Bersatu Padu Maju Negeriku”.
Renungan Nasional diawali dengan refleksi Hari Kemerdekaan yang disampaikan secara virtual oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Beliau menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun bangsa.
Dalam refleksinya, Prof. Komaruddin Hidayat mengangkat kisah inspiratif tentang penemuan teknologi fondasi cakar ayam oleh Prof. Dr. Ir. Soedijatmo pada tahun 1961. Penemuan ini diilhami oleh ketahanan pohon kelapa terhadap angin kencang.
“Dia (Prof Soedijatmo-Red) melihat pohon kelapa yang ditiup angin kesana kemari tapi tidak roboh. Dia menemukan kekuatannya ada pada akarnya. Akarnya itu banyak, kecil-kecil, berakar kuat seperti cakar ayam yang banyak. Sejak itu dia bangun tiang listrik bercakar ayam dan diakui dunia,” jelas Prof. Komaruddin.
Kisah ini, menurut Prof. Komaruddin, menunjukkan bagaimana pemimpin bangsa yang hebat berakar kuat di masyarakat, memahami kebutuhan rakyat, dan berjuang bersama mereka. Hal ini selaras dengan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Prof. Komaruddin menambahkan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang masyarakatnya saling membantu dan tolong-menolong. Hal ini terbukti dari berbagai survei yang dilakukan. Semangat ini harus terus dijaga dan diperkuat.
Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari ST MT, mengungkapkan harapan agar Renungan Nasional ini dapat membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan civitas akademika USM menjelang HUT ke-78 RI. USM berkomitmen untuk berkontribusi dalam memajukan bangsa Indonesia.
“Jadi apa pun yang dikerjakan USM, tri dharma perguruan tinggi dalam konstruksi untuk memajukan negeri ini,” tegas Dr. Supari.
Dr. Supari juga menyampaikan bahwa USM telah dinyatakan “Unggul” dan baru saja mendapat izin pembukaan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen. Prestasi ini menjadi bukti komitmen USM dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
USM juga berkomitmen memberikan layanan purna wisuda (after graduation service) kepada mahasiswanya, sehingga para lulusan dapat sukses dalam karirnya. Hal ini diibaratkan sebagai “after sales service” di dunia industri.
Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof. Dr. Sudharto P Hadi MES PhD, mengatakan bahwa Renungan Nasional ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk mantan menteri, rektor, dosen, jurnalis, TNI, dan jaksa. Acara ini juga sebagai syukuran atas prestasi USM.
“Selain refleksi kemerdekaan, malam ini (Jumat-Red) juga sebagai syukuran mendapatkan akreditasi unggul dan mendapatkan izin penyelenggaraan Program Doktor Ilmu Manajemen yang dipelopori Prof Kesi, Ketua Yayasan Alumni Undip,” ungkap Prof. Sudharto.
Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Suharnomo SE MSi, menyatakan komitmen Undip untuk terus berkolaborasi dengan USM dalam berbagai program, termasuk Erasmus Project. Kerja sama antar perguruan tinggi dianggap penting untuk membangun Jawa Tengah.
“Mudah-mudahan karena kita ada universitas besar dan kita kolaborasi membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Undip dan USM seharusnya yang menjadi motor,” harap Prof. Suharnomo, mengingat Jawa Tengah memiliki angka kemiskinan yang tinggi.
Acara Renungan Nasional tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Menteri Pekerjaan Umum RI tahun 2004-2014 Ir. Djoko Kirmanto DiplHE, serta perwakilan dari PWI Pusat dan Jawa Tengah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap kegiatan ini. Dari Yayasan Alumni Undip, hadir pula para pembina dan anggota, serta para dekan dan wakil rektor Universitas Semarang.





