Revolusi Digital Sekolah Rakyat: Kominfo Pastikan Jaringan Internet Mulus

oleh

Mimpi Anak Pemulung di Sekolah Rakyat: Digitalisasi Buka Akses Pendidikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung Sekolah Rakyat, program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Program ini dianggap sebagai solusi inovatif yang memadukan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi kemiskinan.

Sekolah Rakyat didirikan berdasarkan tiga prinsip utama arahan Presiden: memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Program ini bukan sekadar sekolah, melainkan upaya menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” jelas Mensos Saifullah Yusuf.

Wakil Menteri Kominfo, Angga Raka Prabowo, menekankan sifat integratif Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup pemberdayaan orang tua, perbaikan rumah, keanggotaan koperasi desa, dan akses layanan kesehatan.

“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ungkap Wamen Angga.

Untuk mencapai hasil optimal, Wamen Angga menyoroti pentingnya infrastruktur internet, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kominfo siap membantu memastikan konektivitas internet di lokasi Sekolah Rakyat.

Kominfo juga berkomitmen memperkuat komunikasi publik lewat kanal digital agar masyarakat lebih memahami manfaat Sekolah Rakyat. “Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tambah Wamen Angga.

Dukungan digitalisasi Sekolah Rakyat dari Kominfo meliputi lima hal: penyediaan jaringan internet, penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, pelatihan digital bagi guru, dan pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program.

Sekretaris Jenderal Kominfo, Ismail, menjelaskan, “Kami punya jaringan ekosistem digital, termasuk startup dan platform yang bisa dilibatkan. Jika ada kebutuhan data, Kominfo sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat.”

Dengan berbagai dukungan tersebut, Kominfo berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi solusi pendidikan alternatif bagi masyarakat miskin, tetapi juga menjadi gerakan digital inklusif yang berkontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi contoh keberhasilan program pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.