Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar evaluasi dan koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang pada Senin, 6 Oktober. Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan program yang digagas menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Evaluasi ini menjadi krusial untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan kelengkapan dokumen dalam pelaksanaan program MBG.
Kepatuhan dan Kelengkapan Dokumen Jadi Fokus Utama
Arahan Bupati Tangerang
Bupati Moch Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG untuk mematuhi aturan yang berlaku. Selain itu, ia menekankan pentingnya melengkapi seluruh dokumen sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Keterlibatan Berbagai Pihak
Arahan tersebut ditujukan kepada berbagai unsur, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), camat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga kepala desa. Bupati meminta seluruh pihak untuk segera melengkapi legalitas sesuai dengan aturan yang berlaku. Rapat evaluasi juga dihadiri oleh Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah dan unsur Forkopimda.
Dukungan dan Capaian Program MBG
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Hingga saat ini, tercatat sekitar 189 ribu penerima manfaat program di Kabupaten Tangerang. Dukungan pelaksanaan program ini melibatkan 63 SPPG.
Peningkatan Jumlah Penerima Manfaat
Bupati menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat akan terus ditingkatkan seiring dengan penguatan koordinasi antarpihak. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan program MBG.
Pentingnya Pengawasan dan Sinergi
Bupati menekankan bahwa program MBG bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi juga tentang membangun generasi yang sehat dan unggul. Oleh karena itu, pengawasan dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak sangat diperlukan.
“Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan, tapi bagaimana kita membangun generasi yang sehat dan unggul. Maka dari itu, perlu pengawasan dan sinergi yang kuat,” ujar Bupati.
Evaluasi untuk Keberlanjutan Program
Menyamakan Persepsi Antarinstansi
Evaluasi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi antarinstansi pelaksana. Tujuannya adalah agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Memastikan Standar Gizi dan Keamanan Makanan
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya memastikan makanan yang diberikan aman, sehat, dan memenuhi standar gizi. Hal ini merupakan aspek krusial untuk memastikan manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat.





