Mantan PCO, Hasan Nasbi: Rahasia Sukses Raih Kursi Komisaris Pertamina

oleh
Mantan PCO Hasan Nasbi Rahasia Sukses Raih Kursi Komisaris Pertamina

Hasan Nasbi, mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, kini menjabat sebagai Komisaris Pertamina. Pengangkatannya ini menarik perhatian publik, terutama setelah pamitannya dari PCO melalui akun Instagram resmi @pco.ri pada 18 September 2025.

Dalam unggahan tersebut, Hasan Nasbi menyatakan kebanggaannya memimpin PCO selama setahun terakhir, sembari memohon maaf atas segala kekurangan. Ia menulis, “Teman-teman dari Presidential Communication Office yang saya banggakan. Saya bangga bisa melewati satu tahun yang tidak mudah bersama kalian. Saya minta maaf kalau selama memimpin kalian ada banyak salah. Terima kasih semuanya.” Pernyataan ini menunjukkan kesederhanaan dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

Perjalanan karier Hasan Nasbi menuju posisi strategis di Pertamina terbilang menarik. Sebelum menjabat di PCO, ia telah malang melintang di dunia jurnalistik, riset politik, dan konsultansi politik. Latar belakang pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) yang diselesaikan pada 2004, menjadi fondasi kuat perjalanan kariernya.

Setelah lulus, Hasan memulai karier sebagai jurnalis pada 2005-2006, kemudian beralih menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI (2006-2008). Pengalaman ini membangun jejaring dan pemahamannya akan dinamika politik nasional. Namanya semakin dikenal luas setelah terlibat aktif dalam sejumlah kampanye politik.

Peran Hasan Nasbi dalam Pilkada DKI Jakarta 2012, sebagai bagian tim pemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, serta inisiasinya dalam gerakan relawan Teman Ahok (2017) menandai kiprahnya yang signifikan. Lebih lanjut, ia juga terlibat dalam tim komunikasi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, dan tercatat sebagai anggota Gugus Tugas Sinkronisasi Bidang Komunikasi setelah kemenangan pasangan tersebut.

Setelah kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) pada 19 Agustus 2024. Jabatan ini memberikannya tanggung jawab besar dalam mengatur komunikasi kepresidenan dan menjembatani hubungan pemerintah dengan masyarakat. Namun, perjalanan di PCO tidak tanpa tantangan. Pada 21 April 2025, ia sempat mengajukan pengunduran diri, namun ditolak oleh Presiden Prabowo.

Terlepas dari penolakan tersebut, Hasan Nasbi akhirnya diberhentikan dari jabatannya pada 17 September 2025 dalam reshuffle kabinet. Struktur lembaga PCO pun diubah menjadi Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), dengan Angga Raka Prabowo sebagai kepala barunya. VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa penetapan Hasan Nasbi sebagai Komisaris Pertamina berdasarkan keputusan pemegang saham, terhitung sejak 11 September 2025. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-247/MBU/09/2025 dan Keputusan Direktur Utama PT Danantara Asset Management Nomor SK.055/DI-DAM/DO/2025. “Mengacu salinan keputusan para pemegang saham perusahaan, Bapak Hasan Nasbi ditetapkan sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) per tanggal 11 September 2025,” tegas Fadjar dalam keterangan tertulisnya.

Meskipun telah meninggalkan dunia komunikasi kepresidenan, Hasan Nasbi kini menempati posisi penting di BUMN strategis sebagai Komisaris Pertamina. Latar belakang pendidikan, pengalaman di dunia jurnalistik, riset, dan politik, serta kiprahnya dalam beberapa kampanye politik, membentuk perjalanan kariernya yang dinamis dan penuh tantangan. Perjalanan karirnya menunjukkan kemampuannya beradaptasi dan berkontribusi di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.