Billy Haryanto Diperiksa KPK: Skandal Korupsi Proyek Kereta Api Jawa Timur Terbongkar

oleh
Billy Haryanto Diperiksa KPK Skandal Korupsi Proyek Kereta Api Jawa Timur Terbongkar

**KPK Periksa Pengusaha Beras Billy Haryanto Terkait Korupsi Proyek Kereta Api**

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api yang melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Dalam penyelidikan ini, KPK memeriksa pengusaha beras ternama, Billy Haryanto alias Billy Beras, sebagai saksi. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam upaya KPK untuk mengungkap lebih lanjut aliran dana dan keterlibatan pihak swasta dalam proyek strategis tersebut.

Pemeriksaan terhadap Billy Haryanto dilakukan pada Senin, 29 September 2025, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pemanggilan ini merupakan langkah lanjutan setelah nama Billy mencuat dalam persidangan kasus suap DJKA yang melibatkan Direktur PT Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto. KPK berupaya untuk memperdalam informasi terkait keterlibatan Billy dalam proyek-proyek tersebut.

Billy Haryanto sendiri dikenal sebagai pengusaha beras asal Sragen, Jawa Tengah, dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta. Menariknya, ia juga disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Hal ini semakin menambah sorotan publik terhadap kasus ini.

Nama Billy Haryanto muncul dalam dakwaan persidangan, di mana ia diduga menerima aliran dana yang signifikan.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Billy menerima aliran dana sebesar Rp3,2 miliar untuk proyek jalur KA Solo Balapan-Kalioso (JGSS 4). Selain itu, ia juga diduga menerima dana sebesar Rp2,2 miliar untuk proyek di Balai Teknik Jawa Timur dan Rp1,6 miliar untuk pekerjaan jalur KA Bogor-Sukabumi. Jika ditotal, dugaan penerimaan dana yang diterima Billy mencapai Rp7 miliar.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah. Sejak saat itu, KPK telah menetapkan 15 tersangka, termasuk pejabat Kemenhub dan pihak swasta. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap semua pihak yang terlibat.

KPK juga membuka kemungkinan pengembangan kasus terhadap mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Budi Karya Sumadi disebut dalam persidangan karena diduga menitipkan sejumlah kontraktor, termasuk Billy Haryanto, untuk proyek di DJKA. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi yang melibatkan berbagai pihak di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Eks pejabat Kemenhub Harno Trimadi juga memberikan kesaksian penting dalam persidangan.

Harno Trimadi mengungkap bahwa Billy Haryanto adalah salah satu nama yang disebut dalam arahan langsung dari Menhub terkait pelaksana proyek. Kesaksian ini semakin menguatkan dugaan keterlibatan Billy dalam pusaran korupsi proyek kereta api.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan keterangan resmi terkait pemeriksaan Billy Haryanto.

“Pemeriksaan terhadap BH dilakukan sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalur kereta api di wilayah Jawa Timur,” ujar Budi Prasetyo.

KPK menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur. Status sosial atau hubungan keluarga dari pihak yang diperiksa tidak akan mempengaruhi jalannya penyidikan.

Hingga saat ini, Billy Haryanto belum memberikan pernyataan resmi kepada media terkait pemeriksaan tersebut. KPK juga belum mengungkap materi pemeriksaan secara rinci.

Kasus DJKA menjadi fokus penindakan KPK dalam sektor infrastruktur transportasi. Mengingat besarnya anggaran dan dampak publik dari proyek-proyek tersebut. KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. KPK mengajak masyarakat untuk terus mengawasi jalannya proses hukum dan melaporkan jika menemukan indikasi korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.