ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2025: UMKM Indonesia Siap Ramaikan Pasar ASEAN
ASEAN Online Sale Day (AOSD) kembali digelar tahun ini, memberikan peluang emas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk menembus pasar ASEAN. Sebanyak 733 UMKM Indonesia turut berpartisipasi dalam event yang berlangsung dari 8 hingga 10 Agustus 2025 ini. Targetnya jelas: membanjiri pasar ASEAN dengan produk-produk unggulan Indonesia.
AOSD merupakan program tahunan yang diinisiasi untuk memfasilitasi pelaku usaha dan konsumen di seluruh negara ASEAN. Acara ini rutin diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ASEAN setiap tanggal 8 Agustus. Tahun ini, AOSD mengangkat tema ‘A Click to Prosperity’, menekankan pada peningkatan belanja daring dan promosi produk UMKM unggulan ASEAN.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak UMKM Indonesia untuk lebih agresif dalam memasarkan produknya di pasar ASEAN. Beliau menekankan pentingnya optimalisasi partisipasi UMKM dalam AOSD 2025 sebagai momentum strategis untuk meningkatkan visibilitas di pasar global.
“Kami harap para pelaku UMKM dapat lebih mengenal pasar negara ASEAN. Sehingga keterlibatan UMKM dalam AOSD 2025 perlu dioptimalkan. Ini momentum yang baik untuk membawa UMKM Indonesia agar lebih dikenal di pasar global,” ujar Menteri Budi Santoso.
Pertumbuhan pesat pasar e-commerce di Indonesia turut mendukung optimisme ini. Nilai transaksi belanja online nasional tahun 2024 mencapai Rp 487 triliun, meningkat 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini menunjukkan potensi besar bagi UMKM Indonesia untuk meraih sukses di pasar regional.
Kementerian Perdagangan, sebagai pelaksana AOSD 2025, menjalin kerjasama strategis dengan Shopee. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar UMKM Indonesia dan memperkuat daya saing global mereka. Shopee, melalui program Ekspor Shopee dan Ekspor Shopee FLEXI, telah membantu ekspor 60 juta produk lokal sejak 2019.
Daniel Minardi, Director of Business Partnership Shopee Indonesia, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kerjasama ini. Ia melihat AOSD 2025 sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar UMKM dan memperkuat daya saing mereka di kancah internasional.
“Sejauh ini, Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI yang telah berjalan sejak 2019, telah membantu 60 juta produk lokal terekspor ke berbagai negara. Program AOSD akan semakin memperluas akses UMKM kuasai pasar ASEAN,” jelas Daniel Minardi.
Partisipasi aktif UMKM dalam AOSD 2025 diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk Indonesia di pasar ASEAN. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendukung UMKM dalam upaya perluasan pasar dan peningkatan kapasitas. Suksesnya AOSD 2025 akan menjadi bukti nyata kontribusi UMKM dalam pertumbuhan ekonomi regional.
Selain itu, kesuksesan AOSD juga bergantung pada kualitas produk UMKM Indonesia dan strategi pemasaran yang efektif. Pelatihan dan pendampingan bagi UMKM dalam hal digital marketing dan pengelolaan bisnis online sangat penting untuk memastikan partisipasi yang maksimal dan hasil yang optimal. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan dukungan dalam hal ini, termasuk akses ke pelatihan dan pendanaan.






