Tragedi Brimob-Ojol: Potong Tunjangan Jenderal, Desak Angga Sasongko!

oleh

Angga Sasongko Desak Potong Tunjangan Jenderal Usai Tragedi Ojol

Kematian tragis Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil Brimob saat demonstrasi di Jakarta, menyulut amarah publik. Seniman Angga Sasongko pun turut menyuarakan keprihatinannya dan mendesak adanya evaluasi serius atas insiden tersebut. Ia bahkan meminta agar anggaran Polri, termasuk tunjangan para jenderal, dipotong.

“Potong anggarannya! Potong tunjangan jenderal-jenderalnya!” tegas Angga melalui unggahan Instagramnya. Langkah ini, menurut Angga, diharapkan dapat menjadi evaluasi yang efektif dan membuat anggota Polri lebih bertanggung jawab. Tujuannya agar peristiwa serupa tak terulang.

Angga menekankan pentingnya evaluasi anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden ini. Menurutnya, evaluasi tersebut akan membuat anggota Polri lebih menyadari posisi dan tanggung jawab mereka sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Bikin mereka sadar, kalau mereka itu orang sipil juga!” sampaikan Angga dengan nada tegas. Ia berharap agar insiden ini menjadi momentum perbaikan mendasar di tubuh Polri.

Selain pemotongan anggaran, Angga juga menyoroti perlunya perubahan struktur di internal kepolisian untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang. Perbaikan sistem dan pengawasan yang lebih ketat dinilai krusial.

Insiden yang menewaskan Affan bermula dari demonstrasi yang berakhir ricuh di Gedung DPR/MPR RI. Affan tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob. Video peristiwa tersebut viral dan memicu kecaman publik.

Sejumlah video beredar di media sosial, memperlihatkan Affan terlindas rantis. Video lain bahkan menunjukkan massa mengejar mobil rantis yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Polri pun telah melakukan penyelidikan.

Kadivpropam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyatakan bahwa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya tengah diperiksa terkait peristiwa tersebut. Ketujuh anggota yang berada di dalam rantis saat kejadian itu berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J.

Proses pemeriksaan terhadap ketujuh anggota Brimob tersebut akan terus berlanjut untuk mengungkap kronologi kejadian dan memastikan pertanggungjawaban atas insiden yang mengakibatkan kematian seorang warga sipil ini. Publik menantikan hasil investigasi yang transparan dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.