Rumah Menteri Sri Mulyani Dirampok! Ratusan Penjarah Beraksi Dua Gelombang
Kejadian mengejutkan terjadi di kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan. Rumah tersebut menjadi sasaran penjarahan dalam dua gelombang besar, Sabtu (30/8) malam dan Minggu (31/8) dini hari. Aksi penjarahan ini melibatkan ratusan orang dan meninggalkan sejumlah barang hilang.
Freddy, warga sekitar, menjadi saksi mata aksi penjarahan gelombang pertama sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, ia baru pulang dari pasar malam dan melihat kerumunan orang mengambil barang-barang di sekitar rumah tersebut. “Saya lihat mereka ada yang ambil sepatu dan kursi,” ungkap Freddy. Ia mengaku tidak menyadari rumah yang dijarah adalah milik Sri Mulyani. Ketakutan akan keselamatannya, Freddy memilih untuk memutar balik motornya.
Freddy tidak menyaksikan langsung gelombang penjarahan kedua. Namun, menurutnya, kerumunan sudah terlihat sejak pukul 23.00 WIB di dekat Intermedia, sebelum memasuki perumahan. “Saya putar balik karena takut motor saya jadi sasaran,” jelasnya lagi.
Seorang warga lainnya, yang enggan disebutkan namanya, menambahkan bahwa penjarahan berlangsung dalam dua gelombang, sekitar pukul 01.00 dan 03.00 dini hari. “Ada ratusan orang, yang kedua baru bubar sampai subuh. Mereka bukan warga sini,” kata warga tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa Sri Mulyani sendiri tidak bermukim di rumah tersebut. Rumah tersebut hanya dijaga oleh beberapa orang dan dikunjungi kerabatnya. “Memang beliau tidak tinggal di sini, ada yang jaga dan ada kerabatnya. Waktu lebaran sempat open house,” imbuhnya.
Pada Minggu pagi pukul 09.15 WIB, dua truk putih memasuki lingkungan rumah tersebut. Warga tampak berkumpul menyaksikan situasi terkini. Aparat TNI menjaga ketat kawasan tersebut dengan menutup portal gang.
Sekitar pukul 13.10 WIB, kedua truk tersebut keluar membawa barang-barang sisa penjarahan. Kejadian ini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan lingkungan sekitar.
“Saya lihat mereka ada yang ambil sepatu dan kursi,” ujar Freddy saat ditemui di lokasi kejadian.
“Ada ratusan orang, yang kedua baru bubar sampai subuh. Mereka bukan warga sini,” tutur warga yang enggan disebutkan namanya.
“Memang beliau tidak tinggal di sini, ada yang jaga dan ada kerabatnya. Waktu lebaran sempat open house,” jelas warga tersebut.





