Viral di media sosial, sebuah video memperlihatkan seorang ibu-ibu memprotes penutupan jalan di Mempawah, Kalimantan Barat, karena kegiatan Car Free Day (CFD). Insiden ini terjadi pada Minggu pagi, dan videonya dengan cepat menyebar luas setelah diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo pada 21 Juli 2025.
Dalam video tersebut, terlihat jelas perdebatan antara ibu-ibu tersebut dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas mengamankan area CFD. Ibu-ibu ini tampak tidak terima dengan penutupan jalan yang dianggapnya mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia merasa penutupan jalan untuk CFD yang hanya berlangsung beberapa jam terlalu memberatkan.
Pernyataan ibu-ibu tersebut sangat lugas dan menohok. Ia menyoroti kurangnya pertimbangan dari pihak penyelenggara CFD terhadap masyarakat. “Sebagai orang-orang duduk di pemerintahan harus cerdas, harus pintar, menggunakan IQ-nya, untuk berpikir secara logika,” tegas ibu yang identitasnya hingga kini belum terungkap.
Menanggapi protes tersebut, petugas Satpol PP mencoba menenangkan situasi dengan jawaban yang terkesan diplomatis. Petugas tersebut mengatakan, “Kami ini petugas bu, kalo ibu mau protes, ke panitia, bu.” Sikap tenang petugas ini kontras dengan kemarahan yang ditunjukkan oleh ibu-ibu tersebut. Reaksi petugas tersebut dinilai bijak oleh sebagian warganet.
Aksi protes ibu-ibu ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang berpendapat bahwa protes tersebut berlebihan karena CFD hanya berlangsung singkat, biasanya hingga pukul 09.00 WIB. Komentar-komentar di media sosial pun beragam, mulai dari yang mendukung hingga yang menganggap protes tersebut tidak perlu.
Salah satu komentar warganet yang cukup mewakili sentimen publik adalah, “Ribet banget bu, toh seminggu sekali paling cuma sampai jam 9 enggak mungkin 24 jam,” tulis akun @ar****y. Komentar lain menambahkan, “Ras terkuat di dunia ini lagi bermaklumat,” komentar akun @ii*****, menunjukkan sindiran terhadap sikap ibu-ibu tersebut.
Dampak Sosial dan Politik Protes CFD
Kejadian ini memunculkan beberapa pertanyaan penting. Pertama, bagaimana seharusnya pemerintah daerah menyeimbangkan kebutuhan masyarakat umum dengan penyelenggaraan kegiatan seperti CFD? Apakah perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif sebelum pelaksanaan CFD? Atau mungkin perlu ada penyesuaian waktu atau rute pelaksanaan kegiatan tersebut agar tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.
Kedua, kejadian ini juga menjadi sorotan bagi penyelenggara CFD. Apakah mereka telah mempertimbangkan dampak penutupan jalan terhadap masyarakat sekitar? Apakah terdapat mekanisme pengaduan yang jelas dan mudah diakses bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh kegiatan CFD? Ke depannya, transparansi dan komunikasi yang efektif antara penyelenggara dengan masyarakat sangat penting.
Pertimbangan Tata Kelola Car Free Day yang Lebih Baik
Kejadian di Mempawah ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi daerah lain yang juga menyelenggarakan CFD. Perlu adanya perencanaan yang matang dan komunikasi yang efektif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Prioritas utama seharusnya adalah keseimbangan antara manfaat CFD dengan kepentingan masyarakat luas.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari panitia CFD Mempawah terkait insiden ini. Identitas ibu-ibu yang memprotes juga masih belum diketahui publik. Namun, video tersebut telah memicu perdebatan publik yang luas mengenai penyelenggaraan CFD dan bagaimana mengelola kepentingan yang berseberangan dalam ruang publik.







