Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkolaborasi strategis dengan lembaga sertifikasi global TUV Rheinland untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kerja sama ini bertujuan untuk mencapai target ambisius: meningkatkan jumlah pekerja profesional Indonesia di luar negeri dari 425.000 per tahun menjadi 800.000 per tahun. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada perekonomian Indonesia.
Inisiatif ini akan memberikan akses yang lebih luas terhadap pelatihan bersertifikat bagi calon PMI di seluruh Indonesia. TUV Rheinland, dengan pengalaman dan jangkauannya yang luas, akan berperan penting dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ini di berbagai provinsi. Dengan demikian, diharapkan target peningkatan jumlah PMI dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas PMI
Wakil Ketua Umum Bidang Perlindungan Pekerja Migran Kadin Indonesia, Nofel Saleh Hilabi, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif yang besar. “Kadin ingin mendorong peningkatan jumlah pekerja migran profesional menjadi 800 ribu per tahun. TUV Rheinland Indonesia dengan kepiawaiannya siap membantu, bahkan menyediakan pelatihan di dalam negeri,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Pelatihan yang diberikan akan mencakup berbagai aspek penting, termasuk pelatihan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional dan pelatihan bahasa. Sertifikasi yang diberikan oleh TUV Rheinland diakui secara global, meningkatkan daya saing PMI di pasar kerja internasional. Dengan pelatihan di dalam negeri, calon PMI dapat menghemat biaya dan mempermudah proses pengawasan.
Perubahan Status dan Peningkatan Gaji
Salah satu perubahan signifikan yang dihasilkan oleh program ini adalah perubahan status PMI dari peserta magang menjadi pekerja profesional. Hal ini akan memberikan dampak positif pada pendapatan dan perlindungan hukum bagi para PMI. Nofel Saleh Hilabi menjelaskan, “Kalau dulu mereka berangkat sebagai peserta magang dengan gaji minim dan waktu terbatas, kini mereka langsung diberangkatkan sebagai pekerja profesional setelah menjalani pelatihan dan sertifikasi di Indonesia.”
Dengan status pekerja profesional, PMI akan berhak mendapatkan upah yang sesuai dengan standar negara tujuan dan perlindungan hukum yang lebih baik. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan mereka dan mengurangi risiko eksploitasi.
Peran Sertifikasi dan Perlindungan PMI
Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi Kadin Indonesia, Adi Mahfudz Wuhadji, menekankan pentingnya sertifikasi sebagai bentuk perlindungan bagi PMI. “Sebaik-baiknya bentuk perlindungan adalah membekali mereka sebelum berangkat. Yang paling utama adalah pelatihan teknis bersertifikasi dan sertifikasi profesi dari BNSP,” tegasnya.
Sertifikasi kompetensi profesi dan pengakuan dari lembaga resmi di Indonesia akan memberikan jaminan kualitas dan kredibilitas bagi PMI. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan dari pemberi kerja di luar negeri dan meminimalisir potensi masalah yang dapat terjadi.
Dukungan TUV Rheinland
Managing Director TUV Rheinland Indonesia, Nyoman Susila, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung program ini. “Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerja migran Indonesia. Kadin sebagai mitra pemerintah, dan kami memiliki layanan yang tepat untuk mendukung program ini,” kata Nyoman.
TUV Rheinland, sebagai lembaga sertifikasi terkemuka dunia, memiliki pengalaman dan keahlian yang luas dalam bidang pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. Keterlibatan mereka akan memastikan kualitas pelatihan dan sertifikasi yang diberikan kepada calon PMI.
Program Pekerja Migran Indonesia Gotong Royong
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Quick Wins Kadin, yaitu program Pekerja Migran Indonesia Gotong Royong. Program ini sejalan dengan arahan Presiden terpilih untuk meningkatkan penempatan pekerja profesional asal Indonesia di luar negeri. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dan meningkatkan kesejahteraan PMI.
Program ini bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah PMI, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka. Dengan pelatihan yang komprehensif dan sertifikasi yang diakui secara internasional, PMI Indonesia akan semakin siap bersaing di pasar kerja global dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi program peningkatan kualitas SDM lainnya.





