XLSMART terus berupaya memulihkan jaringan telekomunikasinya yang terdampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya percepatan pemulihan ini menjadi prioritas utama perusahaan untuk memastikan layanan komunikasi kembali normal bagi masyarakat.
Group Head Region Tradi Sales West Region SMARTFREN XLSMART, Winetou Lubis, memaparkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 489 Base Transceiver Station (BTS) di Aceh masih mengalami gangguan. Wilayah terdampak di Aceh meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Di Sumatera Utara, 117 BTS juga dilaporkan terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Sementara itu, 12 BTS di Sumatera Barat terganggu, mencakup Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Solok.
Langkah-langkah pemulihan yang dilakukan meliputi penguatan pasokan listrik melalui penggunaan generator set (genset) atau baterai cadangan. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat proses pemulihan.
“Fokus utama perusahaan adalah memastikan layanan suara, data, dan konektivitas bisnis kritikal kembali normal,” ujar Winetou.
Namun, dalam proses pemulihan, XLSMART menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, akses yang terbatas, serta pasokan listrik yang tidak stabil atau bahkan terputus menjadi kendala utama. Keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk genset juga memperlambat operasional BTS.
Meskipun menghadapi kendala, XLSMART menunjukkan komitmen dan kepeduliannya kepada pelanggan yang terdampak bencana. Perusahaan menghadirkan paket kuota, telepon, dan SMS gratis bagi pelanggan XLSMART yang berada di 51 wilayah yang dilanda bencana. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban komunikasi bagi masyarakat yang terdampak.





