Muhammad Yusuf Balik Kanan: Kisah Dramatis Nahkoda PCNU Sidrap 2025-2030

oleh
Muhammad Yusuf Balik Kanan Kisah Dramatis Nahkoda PCNU Sidrap 2025 2030

SIDRAP, PENULISMAKASSAR.COM – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidenreng Rappang telah menetapkan Muh. Yusuf, S.Sos.I sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidrap untuk masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa ini dihadiri ratusan kader, kiai, serta tokoh masyarakat, menegaskan komitmen NU Sidrap dalam menjaga organisasi dan memperkuat peran sosial-keagamaan.

Keputusan ini diambil setelah sembilan dari sebelas Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan menyatakan dukungan, menjadikan Muh. Yusuf kembali memimpin secara aklamasi. Forum Konfercab berjalan khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan solidnya dukungan dari berbagai elemen NU di Sidrap.

Penetapan Melalui Aklamasi

Proses pemilihan ketua PCNU Sidrap berjalan lancar dengan dukungan mayoritas MWC NU Kecamatan. Keputusan ini diambil setelah sembilan dari sebelas MWC menyatakan dukungan terhadap Muh. Yusuf.

Rais Syuriyah PCNU Sidrap, Anregurutta KH Asri Kasman, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil tersebut. Beliau menyampaikan bahwa keputusan ini adalah hasil dari musyawarah dan kesepakatan bersama.

“Dari 11 MWC, sembilan sudah menyatakan sepakat. Maka dengan itu, kami bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan saya pribadi menyatakan bismillah, tawakkaltu ‘alallah,” ungkapnya.

Tanggung Jawab dan Harapan Muh. Yusuf

Dalam sambutannya, Muh. Yusuf menyampaikan rasa haru sekaligus tanggung jawab besar atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya. Ia mengakui sempat berencana untuk tidak lagi mencalonkan diri.

Muh. Yusuf, mengakui bahwa keputusan untuk kembali memimpin NU Sidrap bukanlah hal yang mudah. Ia telah mempertimbangkan matang-matang dan berdiskusi dengan banyak pihak sebelum akhirnya menerima amanah tersebut.

“Sejak dua tahun lalu saya sudah menyampaikan kepada beberapa sahabat untuk tidak lagi dicalonkan. Bahkan empat hingga lima bulan terakhir saya intens berkomunikasi dengan beberapa sahabat senior, termasuk Kakanda Dr. Ismail Makka, agar saya tidak lagi maju,” ujarnya.

Dorongan dari kader dan sahabat-sahabat NU akhirnya membuatnya menerima amanah tersebut. Ia meyakini bahwa ini adalah bentuk ketaatan terhadap kehendak jamaah dan takdir Allah.

“Saya beberapa kali bertawasul, beristighfar, bahkan berziarah ke makam para muassis NU untuk memohon petunjuk. Tapi mungkin ini sudah qadarullah. Saya hanya berharap perjuangan NU di Sidrap tidak kendor dan kebersamaan kita tetap terjaga,” tuturnya.

Fokus pada Kaderisasi dan Kebersamaan

Muh. Yusuf menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak maju sebelumnya bukan berarti ingin meninggalkan NU, melainkan untuk memberikan ruang bagi regenerasi dan memperkuat kaderisasi.

“Kalau kaderisasi tidak berjalan, maka NU Sidrap akan mandek. Karena itu saya ingin fokus agar pengkaderan NU semakin kokoh,” tambahnya.

Katib Syuriyah PCNU Sidrap, Dr. Wahidin Ar-Raffany, M.A., menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kerendahan hati dalam berkhidmat.

“NU itu bukan siapa kamu atau siapa saya, tapi siapa kita. Di situ tidak ada egoisme, tidak ada superioritas, tapi ada kebersamaan. Ketika kita mengubur ego, di situlah letak ketawaduan, dan itu ciri warga Nahdlatul Ulama,” pesannya.

Konfercab V NU Sidrap menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen organisasi serta memperkuat peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.