Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah resmi menghapus menu jadwal pembelajaran dari aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 2026. Penghapusan ini bertujuan menyederhanakan pengelolaan data sekolah dan mengurangi beban kerja operator, terutama di jenjang pendidikan dengan struktur pengajaran kompleks seperti SMP, SMA, dan SMK.
Keputusan ini diumumkan melalui pemberitahuan pembaruan aplikasi Dapodik 2026, tercantum pada daftar perubahan nomor 9 dan 10. Menu jadwal dan seluruh datanya dinonaktifkan secara permanen. Banyak operator sekolah yang selama ini terbiasa menginput jadwal secara rutin tentu terkejut dengan perubahan ini dan menimbulkan perbincangan hangat di kalangan mereka.
Alasan Penghapusan Menu Jadwal
Selama ini, pengisian jadwal di Dapodik seringkali menimbulkan kesulitan karena banyaknya bentrokan waktu pelajaran. Di jenjang SMP, SMA, dan SMK, kompleksitas jadwal menjadi tantangan tersendiri bagi operator sekolah. Bahkan, di jenjang SD pun, meski relatif lebih sederhana karena sistem guru kelas, masih ada potensi kesalahan.
Lebih penting lagi, menu jadwal di Dapodik versi sebelumnya tidak berpengaruh terhadap validasi jam mengajar guru di Info GTK. Ketidakhadiran atau kesalahan input jadwal hanya menghasilkan peringatan (warning), bukan data yang invalid. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memutuskan untuk menghapus fitur ini agar sekolah lebih fokus pada data pembelajaran yang krusial untuk sertifikasi guru.
Perhitungan Jam Mengajar Tanpa Jadwal
Dengan dihapuskannya menu jadwal, pertanyaan besar muncul: bagaimana validasi jam mengajar guru dilakukan? Jawabannya, validasi jam mengajar kini dihitung berdasarkan entri data di menu Pembelajaran, bukan dari jadwal.
Di menu Pembelajaran, guru menginput jumlah jam pelajaran per minggu untuk setiap mata pelajaran atau rombongan belajar. Data ini yang menentukan apakah jam mengajar guru sesuai ketentuan sertifikasi, misalnya minimal 24 jam per minggu untuk guru kelas SD. Data ini akan tersinkronisasi otomatis ke Info GTK.
Guru juga dapat menambahkan tugas tambahan seperti wali kelas, pembina ekstrakurikuler, atau koordinator literasi di Dapodik. Tugas tambahan ini akan dihitung sebagai jam ekivalen untuk memenuhi kuota sertifikasi, asalkan dicatat dengan benar sesuai petunjuk teknis.
Dampak Penonaktifan Menu Jadwal: Manfaat dan Tantangan
Penghapusan menu jadwal memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, penghapusan ini mengurangi beban input data, meminimalisir risiko kesalahan bentrok jadwal, dan mempercepat sinkronisasi data ke Info GTK. Namun, di sisi lain, operator sekolah perlu beradaptasi dengan pola kerja baru, lebih teliti dalam mengisi data pembelajaran, dan perlu sosialisasi lebih luas agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Cara Menyesuaikan Diri dengan Dapodik 2026
Untuk transisi yang lancar, operator sekolah dan guru perlu mengikuti beberapa langkah. Pertama, pantau informasi resmi dari situs resmi dan dashboard aplikasi Dapodik. Kedua, fokus pada pengisian data di menu Pembelajaran dengan benar dan akurat.
Ketiga, hindari pemecahan kode mata pelajaran, khususnya bagi guru SD. Keempat, masukkan semua tugas tambahan agar terhitung dalam perhitungan jam sertifikasi. Kelima, ikuti pelatihan Dapodik yang tersedia. Terakhir, bergabunglah dengan komunitas operator sekolah untuk berbagi pengalaman dan mengatasi kendala teknis.
Meskipun ada perubahan besar, validasi sertifikasi tetap bisa dilakukan dengan efisien selama data di menu Pembelajaran diisi dengan benar dan akurat. Fokus pada akurasi data inti pembelajaran jauh lebih penting daripada detail jadwal yang sebelumnya tercantum di Dapodik.
Informasi Tambahan: Menangani Kesalahan Umum
Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian data antara jumlah jam mengajar yang dilaporkan di Dapodik dengan jam mengajar yang tercatat di Info GTK. Hal ini sering disebabkan oleh kesalahan input data di menu Pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengecekan berkala dan memastikan keakuratan data yang dimasukkan.
Selain itu, perlunya pemahaman yang baik tentang petunjuk teknis pengisian data Dapodik 2026 sangat penting. Kemendikbudristek menyediakan berbagai sumber daya, termasuk panduan dan pelatihan, untuk membantu operator dan guru memahami perubahan ini. Manfaatkan sumber daya tersebut sebaik mungkin untuk memastikan transisi berjalan lancar dan tanpa hambatan.
Dengan demikian, perubahan pada Dapodik 2026 ini diharapkan dapat menyederhanakan proses administrasi sekolah dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data, sekaligus menjamin akurasi data yang dibutuhkan untuk proses sertifikasi guru.





